Pertumbuhan Perekonomian Indonesia DrTahun 2012 – 2013

Judul : PERTUMBUHAN PEREKONOMIAN INDONESIA DARI TAHUN  2012 – 2013.
PENDAHULUAN
Perlu kita ketahui sedikit bahwa gambaran dan proses pembangunan ekonomi di suatu negara sangat di tentukan oleh berbagai macam faktor, baik faktor internal (domestik) maupun faktor eksternal (global). Faktor-faktor tersebut adalah yang sebagian besar sangat berpengaruh terhadap tinggi rendahnya pertumbuhan ekonomi di suatu Negara. DiIndonesia pun faktor-faktor tersebut berpengaruh besar untuk kelangsungan perekonomian di Negara kita ini. Contohnya mungkin kita ambil dari letak geografi Indonesia saja, menurut beberapa ahli memang letak geografis Negara Indonesia sangat bagus, yakni karna di apit oleh dua benua dan dua samudra, Karena  inilah banyak Negara-negara lain yang ingin merebut kekuasaan Negara tercinta ini.
Indonesia, sebagai suatu negara yang sedang berkembang, sejak tahun 1969 dengan giat melaksanakan pembangunan secara berencana dan bertahap, tanpa mengabaikan usaha pemerataan dan kestabilan. Pembangunan nasional mengusahakan tercapainya pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, yang pada akhirnya memungkinkan terwujudnya peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan seluruh rakyat.
Meningkatnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada belakangan ini memang tidak lepas dari usaha pemerintah dan masyarakat luas yang terus berusaha untuk menimbulkan nama bangsa Indonesia di kalangan internasional, bahkan kalau bisa bukan hanya sekedar nama kita pun harus bisa bersaing dalam panca perekonomian internasional seperti Negara adidaya lainnya. Oleh sebab itu, sengaja saya mengambil tema ini untuk sekedar memberikan sebagian besar informasi mengenai pertumbuhan ekonomi pada akhir-akhir ini. Mari kita simak infonya dibawah ini….

ISI
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori pertumbuhan ekonomi didefinisikan sebagai penjelasan mengenaifaktor-faktor yang menentukan kenaikan output perkapita dalam jangka panjang, dan penjelasan mengenai interaksi faktor-faktor tersebut satu sama lain sehingga terjadi proses pertumbuhan (Boediono, 1999).
Teori pertumbuhan ekonomi dikelompokkanmenjadi dua kelompok, yaitu:
(1)   Teori-teori klasik,
mencakup teori pertumbuhan Adam Smith, David Richard,dan Arthur Lewis. Perbedaan teori Lewis dengan teori-teori Klasik Smith danRicardo terletak pada penekanan oleh Lewis pada aspek dualisme perekonomian, yaitu adanya sektor modern dan sektor tradisional, yang masing-masing memiliki ciri-ciri ekonomi khusus.
(2)   Teori-teori modern,
yang mencakup empat sub golongan, yaitu:
a. Teori pertumbuhan yang tumbuh dari teori makro Keynes (Keynesian).Dalam hal ini termasuk teori pertumbuhan Harrod-Domar, Kaldor.
b. Teori Pertumbuhan Neo Klasik, diawali terutama oleh teori Robert Solowdan Trevor Swan.
c. Teori pertumbuhan optimum
Teori ini bertujuan mencari jalur pertumbuhan yang paling baik (optimum) bagi suatu perekonomian. Termasuk dalam hal ini teori Dalil Emas danTeori Jalan Raya.
d. Teori pertumbuhan dengan uang
Teori ini merupakan perkembangan lebih lanjut dari pertumbuhan NeoKlasik, tetapi dengan tambahan adanya uang di dalam perekonomiansebagai alat penyimpan kekayaan. Teori pokoknya berawal dari karya James Tobin.
Sedikit penjelasan tentang pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.
Pembangunan ekonomi adalah suatu proses kenaikan pendapatan total dan pendapatan perkapita dengan memperhitungkan adanya pertambahan penduduk dan disertai dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi suatu negara dan pemerataan pendapatan bagi penduduk suatu negara.
Pembangunan ekonomi tak dapat lepas dari pertumbuhan ekonomi (economic growth); pembangunan ekonomi mendorong pertumbuhan ekonomi, dan sebaliknya, pertumbuhan ekonomi memperlancar proses pembangunan ekonomi.
Yang dimaksud dengan pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional [1]. Suatu negara dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi apabila terjadi peningkatan GNP riil di negara tersebut. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.
Perbedaan antara keduanya adalah :
pertumbuhan ekonomi keberhasilannya lebih bersifat kuantitatif, yaitu adanya kenaikan dalam standar pendapatan dan tingkat output produksi yang dihasilkan, sedangkan pembangunan ekonomi lebih bersifat kualitatif, bukan hanya pertambahan produksi, tetapi juga terdapat perubahan-perubahan dalam struktur produksi dan alokasi input pada berbagai sektor perekonomian seperti dalam lembaga, pengetahuan, sosial dan teknik.
Persamaan Pembangunan Ekonomi dengan Pertumbuhan Ekonomi adalah :
Kedua-duanya merupakan kecenderungan di bidang ekonomi. Pokok permasalahan akhir adalah besarnya pendapatan per kapita. Kedua-duanya menjadi tanggungjawab pemerintah dan memerlukan dukungan rakyat. Kedua-duanya berdampak kepada kesejahteraan rakyat.
Selanjutnya pembangunan ekonomi diartikan sebagai suatu proses yang menyebabkan pendapatan perkapita penduduk meningkat dalam jangka panjang. Di sini terdapat tiga elemen penting yang berkaitan dengan pembangunan ekonomi.
  • Pembangunan sebagai suatu proses
Pembangunan sebagai suatu proses, artinya bahwapembangunan merupakan suatu tahap yang harus dijalani olehsetiap masyarakat atau bangsa. Sebagai contoh, manusia mulai lahir, tidak langsung menjadi dewasa, tetapi untuk menjadi dewasa harus melalui tahapan-tahapan pertumbuhan. Demikian pula, setiap bangsa harus menjalani tahap-tahap perkembangan untuk menuju kondisi yang adil, makmur, dan sejahtera.
  • Pembangunan sebagai suatu usaha untuk meningkatkan pendapatan perkapita
Sebagai suatu usaha, pembangunan merupakan tindakan aktif yang harus dilakukan oleh suatu negara dalam rangka meningkatkan pendapatan perkapita. Dengan demikian, sangat dibutuhkan peran serta masyarakat, pemerintah, dan semua elemen yang terdapat dalam suatu negara untuk berpartisipasiaktif dalam proses pembangunan. Hal ini dilakukan karena kenaikan pendapatan perkapita mencerminkan perbaikan dalam kesejahteraan masyarakat.
  • Peningkatan pendapatan perkapita harus berlangsung dalam jangka panjang
Suatu perekonomian dapat dinyatakan dalam keadaan berkembang apabila pendapatan perkapita dalam jangka panjang cenderung meningkat. Hal ini tidak berarti bahwa pendapatan perkapita harus mengalami kenaikanterus menerus. Misalnya, suatu negara terjadi musibah bencana alam ataupunkekacauan politik, maka mengakibatkan perekonomian negara tersebut mengalami kemunduran. Namun, kondisi tersebut hanyalah bersifat sementara yang terpenting bagi negara tersebut kegiatan ekonominya secara rata-rata meningkat dari tahun ke tahun.
Beberapa Prediksi Ekonomi Indonesia Tahun 2013
Bank Dunia (World Bank) memperkirakan, walaupun pertumbuhan ekonomi dunia cenderung melemah, ekonomi Indonesia pada tahun 2013 diperkirakan masih tetap positif, utamanya bila mampu mempertahankan pertumbuhan investasi.
Dalam laporan Triwulanan Perkembangan Ekonomi Indonesia edisi bulan Desember 2012, Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6,1 persen untuk tahun 2012, sedikit meningkat di tahun 2013 menjadi 6,3 persen. Proyeksi ini mengasumsikan konsumsi domestik dan pertumbuhan investasi masih bertahan kuat, dengan membaiknya pertumbuhan mitra dagang utama Indonesia secara bertahap yang juga sedikit mendorong pemulihan ekspor.
“Outlok ekonomi dunia masih dibayangi ketidakpastian dan rentan terhadap tekanan-tekanan, jadi ini bukan waktu untuk berpuas diri,” kata Stefan Koeberle, World Bank Country Director untuk Indonesia sebagaimana diublikasikan World Bank hari ini.
Seorang pakar ekonomi dari Universitas Andalas, Professor Elfrindi mengatakan bahwa ekonomi Indonesia di tahun 2013 akan lebih buruk di banding tahun 2012.
Di lain pihak, Royal Bank of Scotland (RBS) juga memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2013 hanya mencapai 6,5%. Angka ini lebih rendah dibandingkan perkiraan pemerintah yang optimistis pertumbuhannya bisa mencapai 6,8%. Hal ini semakin memperkuat prediksi bahwa Ekonomi Indonesia 2013 akan lebih buruk dari 2012.
Komite Ekonomi Nasional (KEN)juga turut memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2013 lebih rendah dibandingkan prediksi pertumbuhan 2012. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2013 diramal sebesar 6,1-6,6 persen.

Prediksi Ekonomi Indonesia Tahun 2013 menurut Bank Indonesia :

Menurut Bank Indonesia, pertumbuhan ekonomi 6,1% diperkirakan baru bisa dicapai lagi pada tahun 2014. Proyeksi pertumbuhan ekonomi versi BI dalam 5 tahun ke depan adalah:
Tahun 2009: 3,5-4,5% Tahun 2010: 4,5-5,5% Tahun 2011: 5-6% Tahun 2012: 5,4-6,4% Tahun 2013: 5,7-6,7% Tahun 2014: 6-7%. Namun untuk inflasi di Indonesia diperkirakan bisa semakin terkendali. Perkiraan inflasi versi BI dalam 5 tahun ke depan adalah:
Tahun 2009: 5-7% Tahun 2010: 6-7% Tahun 2011: 5,1-6,1% Tahun 2012: 4,5-5,5% Tahun 2013: 4,5-5,4% Tahun 2014: 4-5%.
Laporan itu menjelaskan, permintaan domestik diperkirakan akan tetap menjadi kekuatan utama pertumbuhan ekonomi, sementara kinerja ekspor juga akan kembali mengalami penguatan sejalan dengan mulai bangkitnya perekonomian global pada tahun 2010. Berdasarkan asesmen yang dilakukan, lintasan pemulihan ekonomi (recovery path) dunia, yang dimotori oleh negara-negara maju, diperkirakan akan mengikuti pola “U-shape” secara kuartalan, namun secara tahunan akan cenderung “V-shape”.
Itulah beberapa sumber yang memberikan prediksi ekonomi Indonesia tahun 2013 yang tentunya kita berharap bahwa situasi ekonomi negara kita di tahun 2013 lebih baik dari tahun 2012.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia

Faktor – faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak terlepas dari permasalahan kesenjangan dalam pengelolaan perekonomian, dimana par pemilik modal besar selalu mendapatkan kesempatan yang lebih luas dibandingkan dengan para pengusaha kecil dan menengah yang serba kekurangan modal. Disamping itu, akses untuk mendapatkan bantuan modal keperbankan juga lebih memihak kepada para pengusaha besar dibandingkan dengan pengusaha ekonomi lemah. Disamping itu pertumbuhan ekonomi perdagangan internasional juga memberikan dampak yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ketidakpastian perekonomian dan perdagangan dunia yang semakin meningkat, semakin menyebabkan kemungkinan – kemungkinan pertumbuhan ekonomi yang kurang membanggakan bagi bangsa Indonesia.
Adapun faktor – faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia, secara umum:
Faktor produksi, yaitu harus mampu memanfaatkan tenaga kerja yang ada, dan penggunaan bahan baku industri dalam negeri sekaksimal mungkin. Faktor infestasi, yaitu dengan membuat kebijakan investasi yang tidak rumit dan berpihak pada pasar. Faktor perdagangan Luar Negari dan Neraca Pembayaran, harus surplus sehingga mampu meningkatkan cadangan devisa dan mestabilkan nilai rupiah. Faktor kebijakan Moneter dan Inflasi, yaitu kebijakan terhadap nilai tukar rupiah dan tingkat suku bunga ini juga harus antisipasif dan dapat diterima pasar. Faktor Keuangan Negara, yaitu barupa kebijakan fiskal yang kontruktif dan mampu untuk membiayai pengeluaran pemerintah ( tidak defisit ).
Hambatan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
Menurut Hatta, hambatan percepatan perekonomian Indonesia adalah :
pertama, masalah perencanaan yang belum matang. Selama ini, target-target pertumbuhan ekonomi di semua koridor memang sudah dijadwalkan sejak lama. Namun menurut Hatta, perencanaan itu masih dianggap kurang matang sehingga banyak perubahan di sana sini.
Kedua, proses tender proyek yang bertele-tele. Padahal untuk bisa melakukan semua proyek bisa berjalan, tender harus dilakukan secara tepat dan transparan.
Ketiga, masalah pencairan dana (disbursed loan). Selama ini perbankan belum bisa mencairkan dana pinjaman akibat infrastruktur khususnya pembebasan lahan yang belum tuntas.
Keempat, ketepatan sasaran pembangunan yang dianggap belum tepat., sehingga pembangunan dianggap masih serampangan. “Ini yang harus dipecahkan,” tambahnya.
Disinggung mengenai birokrasi, Hatta menjelaskan bahwa perlambatan ekonomi ini bukan disebabkan masalah itu. “Kalau sudah bagus, sudah tidak perlu lagi reformasi birokrasi,” tambahnya.
Ke depan, pemerintah tetap menargetkan pertumbuhan ekonomi di akhir tahun di atas 6 persen. Target semula, perekonomian Indonesia dipasang di level 6,5 persen. “Namun kita harus realistis, target itu sangat berat, sulit untuk mencapai 6,5 persen. Saya harap 6,3 persen masih bisa dicapai. Pokoknya bisa di atas 6 persen lah,” jelasnya.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA à Pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk keseluruhan 2012 meleset tipis dari target Bank Indonesia (BI). Ekonomi Indonesia tumbuh 6,23 persen dari target BI sebesar 6,3 persen. Hal ini disebabkan konsumsi atau serapan anggaran pemerintah yang menurun atau negatif.

“Salah satu yang membuat pertumbuhan kuartal IV itu tidak terlalu bagus adalah konsumsi pemerintah. Jadi konsumsi pemerintah bukannya positif seperti kami perkirakan malah pertumbuhannya negatif, ” ungkap Gubernur BI, Darmin Nasution, di Jakarta, Jumat (8/2).

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2013 turun sebesar 1,45 persen dibandingkan kuartal III-2012. Menurut Darmin, jika pemerintah mampu menggenjot pertumbuhan konsumsinya, maka pertumbuhan ekonomi keseluruhan tahun akan sesuai perkiraan.

Meski demikian, Darmin mengatakan perkiraan pertumbuhan ekonomi pada 2012 tidak jauh meleset dari perkiraan sebelumnya. Pada 2012, BI memperkirakan ekonomi tumbuh 6,1-6,5 persen, dengan kecenderungan di tengah 6,3 persen. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi 2013 ditarget sebesar 6,3-6,7 persen dengan kecenderungan di tengah 6,5 persen.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) angka pertumbuhan ekonomi atau Produk Domestik Bruto (PDB) 2012 tercatat tumbuh sebesar 6,23 persen dibandingkan dengan 2011. Pertumbuhan terjadi pada semua sektor ekonomi, dengan pertumbuhan tertinggi di sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 9,98 persen dan terendah di sektor pertambangan dan penggalian 1,49 persen.

Faktor yang mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.
1.      Kredit Perbankan
Perbankan sebagai salah satu fungsi intermediasi, berperan dalam mendorongtingkat pertumbuhan ekonomi dan memperluas kesempatan kerja melalui penyediaan sejumlah dana pembangunan dan dunia usaha. Khusus untuk dunia usaha, dana yangdiberikan oleh bank adalah dalam bentuk kredit. Jumlah permintaan kredit padasuatu bank dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari sisi debitur maupun dari sisi kreditur (perbankan) itu sendiri. Permintaan kredit dari sisi debitur (dunia usaha)dipengaruhi oleh adanya upaya untuk meningkatkan aktivitas usaha, baik dalam bentuk investasi maupun modal kerja. Sedangkan dari sisi perbankan, permintaankredit dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti suku bunga kredit, batas maksimumkredit, SBI, kebijakan-kebijakan pemerintah dan pelayanan bank itu sendiri kepada nasabah nya.
kreditur (perbankan) itu sendiri. Permintaan kredit dari sisi debitur (dunia usaha)dipengaruhi oleh adanya upaya untuk meningkatkan aktivitas usaha, baik dalam bentuk investasi maupun modal kerja. Sedangkan dari sisi perbankan, permintaan kredit dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti suku bunga kredit, batas maksimum kredit, SBI, kebijakan-kebijakan pemerintah dan pelayanan bank itu sendiri kepada nasabahnya. Berdasarkan data Bank Indonesia (2005), nilai kredit yang diberikan bank umum sejak tahun 2000 hingga tahun 2004 mengalami peningkatan setiap tahun. Nilai kredit yang diberikan bank umum pada tahun 2000 sebesar Rp. 861.905 miliar dan meningkat setiap tahun menjadi Rp. 1.794.190 miliar pada tahun 2004.
Pengertian kredit dalam arti ekonomi adalah suatu penundaan pembayarandari prestasi yang diberikan seseorang, baik dalam bentuk barang, uang maupun jasa.Artinya uang atau barang diterima sekarang dan dikembalikan pada masa yang akandatang. Kredit erat kaitannya dengan pengadaan modal suatu badan usaha, dimanadalam menjalankan usahanya pihak manajeman berusaha untuk memperolehtambahan modal dari berbagai sumber, termasuk diantaranya melalui kredit. MenurutPasal 1 butir 11 UU No. 10 Tahun 1998, kredit adalah penyediaan uang atau tagihanyang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain, yang mewajibkan pihak peminjamuntuk melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah bunga,imbalan atau pembagian hasil keuntungan.
2.   ekspor
Kegiatan ekspor adalah sistem perdagangan dengan cara mengeluarkan barang-barang dari dalam negeri keluar negeri dengan memenuhi ketentuan yang berlaku. Ekspor merupakan total barang dan jasa yang dijual oleh sebuah negara kenegara lain, termasuk diantara barang-barang, asuransi, dan jasa-jasa pada suatu tahuntertentu (Triyoso, 1984).
Ekspor merupakan faktor penting dalam merangsang pertumbuhan ekonomi suatu negara. Ekspor akan memperbesar kapasitas konsumsi suatu negarameningkatkan output dunia, serta menyajikan akses ke sumber-sumber daya yanglangka dan pasar-pasar internasional yang potensial untuk berbagai produk ekspor yang mana tanpa produk-produk tersebut, maka negara-negara miskin tidak akanmampu mengembangkan kegiatan dan kehidupan perekonomian nasionalnya. Ekspor  juga dapat membantu semua negara dalam menjalankan usaha-usaha pembangunanmereka melalui promosi serta penguatan sektor-sektor ekonomi yang mengandungkeunggulan komparatif, baik itu berupa ketersediaan faktor-faktor produksi tertentudalam jumlah yang melimpah, atau keunggulan efisiensi alias produktifitas tenagakerja. Ekspor juga dapat membantu semua negara dalam mengambil keuntungan dariskala ekonomi yang mereka miliki (Todaro & Smith, 2004).
Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan padaumumnya, setiap negara perlu merumuskan dan menerapkan kebijakan-kebijakaninternasional yang berorientasi ke luar. Dalam semua kasus, kemandirian yangdidasarkan pada isolasi, baik yang penuh maupun yang hanya sebagian, tetap sajasecara ekonomi akan lebih rendah nilainya daripada partisispasi ke dalam perdagangan dunia yang benar-benar bebas tanpa batasan atau hambatan apapun(Todaro & Smith, 2004).
Fungsi penting komponen ekspor dari perdagangan luar negeri adalah negaramemperoleh keuntungan dan pendapatan nasional naik, yang pada gilirannyamenaikkan jumlah output dan laju pertumbuhan ekonomi. Dengan tingkat outputyang lebih tinggi lingkaran setan kemiskinan dapat dipatahkan dan pembangunanekonomi dapat ditingkatkan (Jhingan, 2000).
3.      Konsumsi dan Fungsi Konsumsi
Konsumsi adalah pembelanjaan atas barang-barang dan jasa-jasa yangdilakukan oleh rumah tangga dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dari orangyang melakukan pembelanjaan tersebut. Pembelanjaan masyarakat atas makanan, pakaian, dan barang-barang kebutuhan mereka yang lain digolongkan pembelanjaanatau konsumsi. Barang-barang yang di produksi untuk digunakan oleh masyarakatuntuk memenuhi kebutuhannya dinamakan barang konsumsi.(Dumairy, 1996).
4.      Kesempatan Kerja
·         Kesempatan Kerja dan Pertumbuhan Ekonomi
Tolok ukur kemajuan ekonomi, meliputi pendapatan nasional, tingkatkesempatan kerja, tingkat harga dan posisi pembayaran luar negri (Makmun, 2004).Secara nasional data menunjukkan bahwa lumpuhnya ekonomi wilayah industri di perkotaan menyebabkan menurunnya laju pertumbuhan ekonomi wilayah pedesaandan meningkatnya pengangguran sebagai akibat meningkatnya migran pulang kedesa. Menurunnya laju perekonomian di desa dan bertambahnya jumlah tenaga kerjadi desa serta meningkatnya harga konsumsi dan biaya produksi di bidang pertanian jelas akan mengurangi kapasitas produksi pertanian yang dihasilkan.
·         Kesempatan Kerja dan Upah
Dalam perekonomian pasar-bebas tradisional, ciri-ciri utamanya antara lainadalah penonjolan kedaulatan konsumen, utilitas atau kepuasan individual, dan prinsip maksimalisasi keuntungan, persaingan sempurna dan efisiensi ekonomidengan produsen dan konsumen yang atomistik. produsen dan konsumen yang atomistik maksudnya tidak ada satu pun produsen atau konsumen yang mempunyai pengaruh atau kekuatan cukup besar untuk mendikte harga-harga input maupunoutput produksi. Tingkat penyerapan tenaga kerja dan harganya (yakni tingkat upah),ditentukan secara bersamaan atau sekaligus oleh segenap harga output dan faktor-faktor produksi (di luar tenaga kerja), dalam suatu perekonomian yang beroperasimelalui perimbangan kekuatan permintaan dan penawaran (Todaro, 2000).

PENUTUP
Dalam pertumbuhan ekonomi suatu Negara, pastinya akan menimbulkan beberafa faktor-faktor tertentu, seperti hal nya Negara kita INDONESIA. Pertumbuhan di Negara kita melibatkan bebagai macam faktor, yaitu : Faktor Produksi, Faktor Investasi, Faktor Perdagangan Luar Negeri dan Pembayaran, Faktor Kebijakan Moneter dan Inflasi, dan Faktor Keuangan Negara.
Di samping faktor-faktor tadi ada juga hambatan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang di sampaikanmenurut Bpk. Hatta, yaitu : masalah perencanaan, proses tender proyek yang bertele-tele, masalah pencarian dana, dan ketepatan sasaran pembangunan yang di anggap belum tepat.
Pertumbuhan ekonomi ini harus kita pertahankan bahkan kalau bisa harus kita tigkatkan lagi agar Negara kita bisa lebih sejahtera dan tidak kalah bersaing dengan Negara-negara adidaya lainnya seperti Amerika serikat. Perekonomian kitapun tidak akan dipandang sebelah mata lagi di kanca internasional karna pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat.
Dari berbagai macam faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi kita ini, sekali lagi sangat dibutuhkan kerjasama, kejujuran, dan rasa pengorbanan dari pemerintah beserta jajaran kabinet nya dan seluruh warga Negara Indonesia, agar pencapaian maksimal dapat kita wujudkan bersama dengan baik.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Daftar pustaka

http://rakilmu.blogspot.com/2010/04/faktor-yang-mempengaruhi-pertumbuhan.html
http://in.ask.com/web?qsrc=1&o=10001126&l=dis&q=pertumbuhan+perekonomian+indonesia+tahun+2013
http://id.scribd.com/doc/95038188/Analisis-Faktor-Faktor-Yang-Mempengaruhi-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia
http://www.setneg.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=6746&Itemid=29

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s